Selasa, 15 Februari 2011

simarsayang pasid

RUMAH ibadah merupakan tempat yang sakral dan suci bagi ummat pemeluk agama. Sehingga pada bagian dalam dan luarnya selalu dijaga dari kekotoran sampah dan perbuatan manusia.

Dari berbagai peristiwa bencana alam di Indonesia , banyak yang mengkonotasikannya sebagai hukuman. Karena warganya sudah tidak menghargai dan memuliakan rumah ibadah.

Tempat wisata merupakan satu kebutuhuan hidup yang diperlukan manusia untuk melepas segala kepenatan dan kesibukan aktifitas kerja. Dengan mendatangi tempat wisata dan menikmatinya, kesegaran akan muncul dan siap braktifitas kembali.

Di Kota Padangsidimpuan, terdapat satu bukit bernama Tor Simarsayang. Punya panorama indah, udara segar, dan pohon yang rimbun. Ada pula bangunan milik Universitas Graha Nusantara (UGN) yang konon katanya milik bersama 5 pemerintah daerah se Tapanuli Bagian Selatan. Tapi sudah lama tidak difungsikan dan sebagian sudah hancur karena tidak ada pemeliharaan.

30 Oktober 2008 lalu, Walikota Padangsidimpuan Drs Zulkarnain Nasution MM, menetapkan satu peraturan yang disebut Peraturan Walikota No.27/PW/2008 tentag Penetapan Tor Simarsayang Jadi Daerah Tempat Wisata.

Peraturan itu muncul setelah lembah dan puncak Tor Simarsayang setiap harinya dikunjungi banyak warga, karena banyak pondok lesehan dan warung berdiri di sana . Sebelumnya lokasi itu sunyi, dan malah pernah jadi tempat pembuangan mayat wanita korban pembunuhan.

Setelah terbitnya peraturan walikota itu, pengelolaan wisata Tor Simarsayang diserahkan ke Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayanan, dan Pariwista, yang dikepalai HM Solih Pulungan.

Dinas itu berkewajiban mengelola dan menjaganya serta ‘menambang’ pendaatan asli daerah (PAD) dari Tor Simarsayang. Selanjutnya dinas itu menyerahkan pengelolaannya ke pihak ketiga, dan ‘lepas tangan’ atas segala aktifitas serta tujuan lokasi wisata itu.

Warung yang menyediakan makanan ringan hingga minuman keras mulai bertambah di Tor Simarsayang. Pondok lesehan yang sekelilingnya ditutupi kain spanduk dan plastik semakin menjamur di puncak dan lereng bukit itu.

Tempat yang semula diperuntukkan bagi wisata keluarga dan tempat kumpul warga itu, kini berubah menjadi lokasi yang lebih menonjolkan aktifitas maksiat. Banyak pasangan muda-mudi yang keluar masuk pondok kecil di bawah rimbunan kayu dan dekat semak-semak.

Berduaan di dalam pondok yang diselubungi kain spanduk dan plastik. Sehingga tidak ada orang lain yang bisa mengetahui kegiatan pasangan itu di dalam pondok. Yang terlihat cuma pondoknya bergoyang lembut.

Tor Simarsayang kini lebih dikenal sebagi tempat wisata maksiat, akibat tidak ada pengawasan dan pembinaan dari instansi yang diberi wewenang untuk mengelolanya. Menjadi tempat bolos anak sekolah dan kuliah, dan baru saja tujuh anak sekolah ditangkap di sana karena pesta ganja di sana .

Tidak ada reaksi dari para ulama, pemuka agama, tokoh adat, dan mereka-mereka yang mengesankan diri sebagai pejuang ajaran agama serta mengaku-ngaku tokoh masyarakat. Semuanya diam seperti tidak tahu apa-apa.

Di puncak Tor Simarsayang terdapat satu bangunan masjid yang masih bisa dipakai untuk shalat. Meski bangunannya tidak pernah direnovasi, namun tetap berdiri megah.

Tepat di sampingnya, berdiri dan lebih megah lagi, warung disertai beberapa pondok kecil yang ditutupi kain reklame satu kartu telefon selular.

Menurut beberapa pemilik warung dadakan yang tak pernah mengantongi izin usaha dari pemerintah daerah, pondok di samping mesjid itu masih beberapa bulan dibuat pemiliknya. Pelanggan pondok itu adalah pasangan pria dan wanita yang usianya masih remaja hingga orangtua.

Rumah ibadah di puncak Tor Simarsayang itu sudah peminatdi banding pondok-pondok berbalut kain reklame kartu telepon selular itu. Pengguna masjid untuk beridabah sangat jauh lebih sedikit dibanding pasangan pria-wanita pengguna pondok kecil di sampingnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Padangsidimpuan sekitar tiga hari lalu, telah angkat bicara dan menggelar aksi unjukrasa ke DPRD dan kantor walikota. Mereka menuntut agar Tor Simarsayang direklamasi secara penuh.

Tujuan aksi itu, untuk menyelamatkan putra-putri Kota P.Sidimpuan dan warga lainnya dari perbuatan maksiat dan tercela. Kemudian agar kota ini tidak dilaknat tuhan dengan bencana yang sangat dahsyat.

Harusnya segenap elemen masyarakat yang tidak ingin dilaknat, dan tidak menginginkan generasi muda serta sanak keluarganya rusak segeralah bertindak, tapi jangan anarkis.

Karena dengan melarang anggota keluarga pergi ke sana , sudah merupakan salah satu tidakan yang baik. Melarang bukan berarti untuk selamanya, tapi sampai tempat dan akitifitas di Tor Simarsayang kembali seperti tempat lokasi wisata yang baik dan aman dikunjungi pada umumnya.




Bila kita berada di Kota Padangsidimpuan, tidak akan lengkap rasanya jika tidak mengunjungi Tor Simarsayang yang merupakan obyek wisata satu -satunya milik daerah yang berjuluk kota salak ini.
Obyek wisata Simarsayang memang tumpuan wisatawan lokal untuk berekreasi melepaskan lelah di akhir pekan dan hari besar lainnya. Kehadiran warga di sana selain menikmati hiburan, sekaligus berekreasi menikmati indahnya panorama alam Kota Padangsidimpuan dari atas bukit.
Dari Tour Simarsayang kita akan dapat melihat jelas hamparan Kota Padangsidimpuan yang dihiasi gedung-gedung bertingkat, tower pencakar langit sembari menikmati semilir angin yang berhembus halus dikawasan itu.
Tour Simarsayang juga kerap dijadikan masyarakat lokal sebagai tempat berolahraga dan menggelar berbagai kegiatan seperti acara musik, pagelaran budaya dan lain-lain.
Selain itu, tour simarsayang juga dikenal sebagai salah satu lokasi pendidikan, dimana di atas tour tersebut terdapat sebuah gedung perguruan tinggi swasta yang setiap harinya ramai didatangi para mahasiswa/si yang menuntut ilmu.
Anehnya, dikawasan tour simarsayang juga banyak ditemukan kafe-kafe dan pondok-pondok yang kerap dijadikan muda-mudi setempat sebagai ajang maksiat.
Memang pihak Pemko P. Sidimpuan melalui Satpol PP dibantu aparat kepolisian pernah beberapa kali melakukan razia dan mengultimatum para pengusaha kafe untuk menutup usahanya, namun instruksi itu tidak mendapat respon para pengusaha lokal tersebut .
Malah beberapa bulan terakhir ini, kondisi tour simarsayang semakin memprihatinkan seiring semakin menjamurnya pondok-pondok maksiat dikawasan yang dulunya ditargetkan sebagai salah satu obyek wisata andalan yang dapat menambah devisa (kas daerah).
Kehadiran cafe maupun pondok maksiat itu menjadikan tour simarsayang sebagai tempat multi fungsi yaitu wisata, olahraga, pagelaran dan tempat bebas maksiat.
Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam Cabang P.Sidimpuan Syukri Pulungan mengaku prihatin dengan kondisi tour Simarsayang saat ini. “Memang tour Simarsayang sekarang sudah Multi Fungsi, tapi itukan dalam artian negatif,” ujarnya kepada Analisa.
Syukri mengatakan, kondisi tour simarsayang saat ini tidak lebih dari tempat pariwisata yang menyediakan tempat esek-esek (maksiat). “Siapapun yang berkunjung kesana pasti akan merasa risih, melihat disekelilingnya menjamur pondok esek-esek,” katanya.
Ia mengaku heran karena Pemko P.Sidimpuan terkesan setenga hati menertibkan pondok esek-esek yang menjamur di tour simarsayang. Terlihat tidak kontiniunya razia digelar di kawasan itu.
“Pemko P.Sidimpuan jarang menggelar razia di Simarsayang, kalaupun razia hanya sebatas memberikan himbauan tanpa ada tindak lanjut dan saksi tegas kepada para pemlik cafe dan pondok esek-esek,” terangnya.
Penilaian Syukri atas tour Simarsayang tidak berbeda dengan pantauan langsung Analisa di tempat tersebut. Dimana hingga saat ini masih banyak pondok – pondok esek-esek di lokasi tersebut.
Dan yang paling memprihatinkan, pengujung yang kerap mengisi pondok esek-esek itu banyak dari kalangan muda-mudi yang rata-rata masih berstatus pelajar dan mahasiswa.
Mereka tanpa malu memasuki pondok tersebut dengan pasangan masing-masing dengan tidak mengenal waktu. Dari pagi hingga malam hari pondok-pondok tersebut selalu dikunjungi para muda-mudi yang sekedar hanya bercumbu ria.
Sebenarnya, ditour Simarsayang sudah sering terjadi tindakan pemerkosaan, namun hal itu tidak mengkhwatirkan bagi para muda-mudi yang lagi kasmaran tersebut.
Malah para muda-mudi yang mengunjungi tour simarsayang terus mengalami peningkatan setiap harinya.
Was-was
Kondisi obyek wisata tour simarsayang yang telah bertambah fungsi tersebut membuat was-was para orangtua di Kota Padangsidimpuan. “Saya selalu mewanti-wanti anak saya untuk tidak pergi ke tour simarsaya ng, karena banyaknya pondok esek-esek disana,” ujar salah seorang orang tua Firman (45) kepada Analisa.
Diakuinya, tour simarsayang saat ini sudah merupakan sarana perusak moral generasi muda Kota Padangsidimpuan. “Kenapa tidak, tempat itu kini telah menjelma menjadi kawasan bebas maksiat, jadi tidak salah jika tour simarsayang dikatakan salah satu penyebab rusaknya moral daerah ini,” cetusnya.
Ketakutan masyarakat P. Sidimpuan itu seharusnya menjadi sorotan khusus eksekutif dan legislative daerah ini bukan malah terkesan berdiam diri membiarkan kemasiatan merajalela didepan mata.
Perda wajib baca Alquran dan busana muslim yang telah sah diberlakukan beberapa waktu lalu terasa sia-sia karena tidak di iringi dengan pengawasan ketat dari kedua lembaga tersebut.
Eksekutif dan legislative terkesan emoh mengurusi kondisi tersebut dan malah terkesan lebih sibuk dengan bargening-bargening politik diantara keduanya.
Jika, eksekutif dan legislative masih terus mengindahkan kondisi tour Simarsayang itu, tidak mustahil giliran kota inilah nantinya yang akan mendapat azab dari Allah. Penyesalan selalu datang terlambat, dan sebelum azab menimpa kota ini eksekutif dan legislative harus segera bertindak.

Senin, 20 Desember 2010

cr9

Madrid - Selain skill olah bola yang oke, Cristiano Ronaldo juga dikenal dengan kecepatannya. Status sebagai pesepakbola tercepat di muka bumi kini disahkan lewat sebuah penelitian yang dilakukan di Jerman.

Upaya mengukur kecepatan sprint pesepakbola yang dilakukan di Jerman didukung oleh majalah Der Spiegel. Dan hasilnya adalahn nama Ronaldo yang berada di posisi teratas.

Disebutkan kalau kecepatan lari winger Real Madrid itu menyentuh angka 33,9 km/jam. Angka tersebut merupakan rata-rata saat dia membawa bola dan masih berada dalam tekanan pemain lawan. Demikian diberitakan Marca.

Ronaldo unggul tipis atas Arjen Robben yang duduk di posisi dua dengan kecepatan sprint yang mencapai 32,9 km/jam. Sementara di posisi tiga dan empat ditempati duo pemain Inggris yakni Theo Walcott serta Wayne Rooney dengan masing-masing mencatatkan 32,7 km/jam dan 32,6 km/jam.

Penghuni terakhir di urutan lima besar adalah gelandang serang Belanda yang kini berseragam Arsenal, Robin van Persie. Kecepatan yang bisa ditempuh RVP adalah 32,1 km/jam.

Yang sedikit mengejutkan adalah tiadanya nama Lionel Messi dalam daftar lima teratas. Padahal selama ini bintang Barcelona itu juga dikenal punya speed di atas rata-rata.

Marca menyebut kalau tingginya kecepatan sprint Ronaldo karena di sempat berlatih bersama manusia tercepat, Usain Bolt. CR9 bahkan masih bisa menambah kecepatannya jika terus belatih dengan pemegang rekor dunia 100 meter itu.

Sebagai perbandingan, saat meraih medali emas nomor 100m di Olimpiade 2008 lalu, kecapatan Bolt adalah 37,1516 km/jam. ( din / nar )